Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Keislaman

Dialektika Fitrah dan Tabula Rasa: Memahami Hakikat Dasar Manusia

Dalam kajian antropologi dan psikologi perkembangan, pertanyaan mendasar mengenai kondisi manusia saat dilahirkan selalu menjadi topik yang krusial. Apakah manusia lahir dengan membawa potensi bawaan, ataukah ia merupakan "lembaran kosong" yang sepenuhnya dibentuk oleh lingkungan? Penulis akan mengulas perbandingan antara konsep Fitrah dalam tradisi Islam dan Tabula Rasa dalam tradisi Barat. Konsep Fitrah: Potensi Teologis dan Moral Bawaan Dalam epistemologi Islam, manusia tidak dilahirkan dalam keadaan kosong atau netral secara moral. Konsep Fitrah (QS. Ar-Rum: 30)  yang menegaskan bahwa fitrah adalah sistem penciptaan Allah yang melekat pada manusia dan tidak berubah. Hal ini diperkuat oleh hadis yang menyatakan bahwa setiap anak lahir di atas fitrah, sementara lingkungan sosial (orang tua) berperan dalam mengarahkan orientasi keagamaan dan perilakunya. menegaskan bahwa setiap individu lahir dengan membawa potensi dasar yang luhur. Dimensi Teologis: Fitrah merupakan kecende...

Mengenal Kepribadian: Bedanya Sudut Pandang Psikologi Barat dan Islam

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, apa sih yang sebenarnya membentuk sifat dan perilaku kita? Dalam dunia akademis, "kepribadian" punya banyak definisi. Tapi kalau kita bedah dari sisi Psikologi Islam dan Psikologi Barat (seperti teori Sigmund Freud), ternyata ada perbedaan yang menarik banget buat disimak! Akhlak vs Gejala: Dua Cara Melihat Perilaku Kalau kita baca pemikiran tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali, beliau lebih sering menyebut kepribadian dengan istilah Akhlak. Fokusnya adalah menilai apakah suatu perilaku itu baik atau buruk. Beda lagi dengan psikologi modern. Di sana, kepribadian dilihat sebagai gejala atau sifat yang didiagnosa untuk memahami karakter seseorang. Jadi, yang satu bicara soal "nilai moral", yang satu lagi soal "pola perilaku". Tiga "Kepribadian" dalam Diri Manusia Menurut perspektif Islam manusia itu bukan cuma gabungan daging dan tulang (Jasad) atau nyawa (Ruh) saja, tapi ada satu elemen penting yang disebut Naf...

Mengatasi Fenomena Rasa Malas: Mengubah Sinyal Mental Menjadi Produktivitas

Rasa malas kini menjadi tantangan utama bagi produktivitas pelajar dan mahasiswa di era digital. Meskipun sering mendapatkan label negatif, penelitian terbaru menunjukkan bahwa rasa malas sebenarnya merupakan indikator psikologis bahwa seseorang memerlukan istirahat atau arah tujuan yang lebih jelas. Akar Masalah: Mengapa Kita Menunda? Menurut pakar psikologi motivasi, rasa malas bukanlah cerminan dari ketidakmampuan individu. Utami (2023) dalam studinya menyebutkan bahwa fenomena ini sering dipicu oleh kurangnya tujuan yang spesifik atau kondisi kelelahan mental. Beberapa faktor pemicu utama yang diidentifikasi meliputi: Distraksi Digital: Paparan notifikasi dan hiburan instan yang menurunkan kemampuan fokus jangka panjang (Sari, 2022).  Perfeksionisme: Ketakutan akan hasil yang tidak sempurna sering kali menghentikan langkah awal dalam memulai pekerjaan. Kelelahan Emosional: Aktivitas berlebih tanpa jeda istirahat yang cukup memicu hilangnya motivasi secara alami.  Dampak Si...

SEJARAH SINGKAT KEHIDUPAN ASY SYAIKH ABU BAKAR BIN SALIM

         ب سم الله الرمحن الرحيم  الحمد الله رب العالمين و الصلاة و السلام على سيدامحمد و على آله و صحبه و سلم. أما بعد                          Asy Syaikh Abu Bakar bin Salim dilahirkan di kota Tarim pada hari Sabtu, 23 Jumadil Akhir, tahun 919 Hijriyah. Ibu beliau adalah  Asy Syarifah Talhah binti Aqil bin Ahmad bin Abi Bakar As Sakran. Ayah beliau Asy Syaikh Salim bin Abdullah bin Abdur Rahman bin  Abdullah bin Abdur Rahman As Seggaf adalah seorang ulama yang shaleh. Jauh dari sebelum Asy Syeikh Abu Bakar bin Salim dilahirkan,  beberapa awliya telah memberitakan kabar gembira tentang kewaliannya. Diantaranya adalah Al Imam Ahmad bin Alwi bin Abdur Rahman As Seggaf yang tinggal di Maryamah. Suatu hari beliau sedang berjalan dan melewati hamparan tanah yang luas dan tidak berpenghuni. Beliau duduk di sana berteduh dan mengatakan, “Kelak suatu saat tempat ini akan me...